Sabtu, 08 Oktober 2011

yg terlupakan,,

terkadang qta sbgai manusia suka lupa dgn apa yg qt janjikan atau ucapkan,,
manusia lebih byk berpikir mencari pelarian d banding menyelesaikannya secara langsung,,bingung iy serba salah apalagy,,d saat it terjadi ,ketika qt lupa apa yg telah qt janjikan smw ny berakhir penyesalan dan kekecewaan,,apa manusia mmg sprti it??
menurutkw wajar saja manusia srg lari dr masalah,,mrka cenderung berpikir tidak mampu mnyelesaikan padahal ktk d ciba smw ny mudah tidak ada yg sulit kcuali qta mmpersulit diri sndri,,hidup mmg pnh tantangan layak sebuah game dmn qta sebagai karakter pertama ny..

Selasa, 04 Oktober 2011

perbedaan DOEN n' DOWA


Perbedaan DOEN n' DOWA,,.

Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatannya. DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. DOEN direvisi dan disempurnakan secara berkala.
Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai di perkenalkan dengan dikeluarkannya DOEN yang pertama 1980, dan dengan terbitnya kebijakan obat Nasional pada tahun 1983. DOEN direvisi secara berkala setiap 3-4 tahun. DOEN yang terbit sekarang merupakan revisi tahun 2008. Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 791/Menkes/SKN/III/2008 tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2008 ini pada tanggal 21 agustus 2008 lalu.
Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan, keamanan, kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas, memeratakan, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. DOEN merupakan dasar untuk pedoman perencanaan dan pengadaan obat di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah seperti puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya baik di tingkat pusat maupun daerah (kabupaten/kota).
Contoh Obat Esensial Nasional (DOEN) 2008
1. analgesik, antipiretik, antiinflamasi non steroid, antipiral.
1.2. analgesic narkotik
analgesik non narkotik
antipiral
2. Anastetik
2.1. anastetik lokal
anastetik umum dan oksigen
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan DOEN
1. Keuangan dan anggaran
2. Penyediaan obat
3. Jaminan dan kualitas
4. Penyimpanan pada unit-unit pelayanan kesehatan
5. Seleksi
6. Peresepan
7. Penyaluran
8. Penggunaan pada pasien
Revisi DOEN dilaksanakan secara periodik setiap 3 tahun untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan juga untuk kepraktisan dalam penggunaannya. DOEN 2008 merupakan revisi ke-9 dan merupakan revisi reformasi untuk menindaklanjuti survey WHO mengenai Measuring Transparancy to improve governance in public sector. pada revisi 2008 pengkajian bukan hanya membahas usulan yang disampaikan oleh pengusul melainkan juga mengkaji oleh seluruh DOEN 2005. Dalam buku DOEN 2008 ini, anda akan menemukan daftar obat yang disajikan dalam bentuk Kelas Terapi (nama generik), formulasi (bentuk sediaan, kekuatan, dan kemasan), dan Retriksi dari obat tertentu. Tidak hanya itu, DOEN 2008 juga memuat Daftar Obat Terbatas untuk Puskesmas dan Daftar Obat dalam DOEN 2005 yang mengalami perubahan.
Berikut adalah perubahan - perubahan yang terdapat dalam DOEN 2008 :
• 78 obat dihapus dari DOEN 2005
• 48 obat ditambahkan ke dalam DOEN 2008
• 21 obat mengalami perubahan formulasi
• 33 obat merupakan obat yang diberikan retriksi pada pemakaian
• jumlah total obat yang ada dalam DOEN 2008 adalah 323 item obat

Kebijakan Obat Esensial Nasional mengatur segala hal obat dari pembentukan visi kearah mana Indonesia akan dibawa dalam bidang obat, pada tahun 2007 Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah melaksanakan program (CGM) tahap pertama di Indonesia dengan melakukan survey tentang proses transparansi 5 fungsi kefarmasian, salah satunya adalah proses seleksi DOEN yang dari proses transparansi kurang memadai.

sedangkan DOWA,,,...

Obat Wajib Apotek (OWA)
 Obat wajib apotek adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh apoteker di apotek tanpa resep dokter.
 Peraturan tentang Obat Wajib Apotek berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 924/Menkes/Per/X/1993, dikeluarkan dengan pertimbangan sebagai berikut :

 Pertimbangan yang utama: obat yang diserahkan tanpa resep dokter, yaitu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam rnenolong dirinya sendiri guna mengatasi masalah kesehatan, dengan meningkatkan pengobatan sendiri secara tepat, aman dan rasional.

 Pertimbangan yang kedua untuk peningkatan peran apoteker di apotek dalam pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi serta pelayanan obat kepada masyarakat.

 Pertimbangan ketiga untuk peningkatan penyediaan obat yang dibutuhkan untuk pengobatan sendiri.

 Walaupun APA boleh memberikan obat keras, namun ada persayaratan yang harus dilakukan dalam penyerahan OWA :

 Apot eker wajib melakukan pencatatan yang benar mengenai data pasien (nama, alamat, umur) serta penyakit yang diderita.

 Apoteker wajib memenuhi ketentuan jenis dan jumlah yang boleh diberikan kepada pasien. Contohnya hanya jenis oksitetrasiklin salep saja yang termasuk OWA, dan hanya boleh diberikan 1 tube .

 Apoteker wajib memberikan informasi obat secara benar mencakup: indikasi, kontra-indikasi, cara pemakain, cara penyimpanan dan efek samping obat yang mungkin timbul serta tindakan yang disarankan bila efek tidak dikehendaki tersebut timbul.

 Obat Wajib Apotek (OWA) sesuai permenkes No.919/MENKES/PER/X/1993, kriteria obat yang dapat diserahkan:

 Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.

 Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan risiko pada kelanjutan penyakit.
 Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

 Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia.

 Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.

 Contoh obat wajib apotek No. 1 (artinya yang pertama kali ditetapkan)
 Obat kontrasepsi : Linestrenol (1 siklus)
 Obat saluran cerna : Antasid dan Sedativ/Spasmodik (20 tablet)
 Obat mulut dan tenggorokan : Salbutamol (20 tablet)

 Contoh obat wajib apotek No. 2
 Bacitracin Cream (1 tube)
 Clindamicin Cream (1 tube)
 Flumetason Cream (1 tube), dll

 Obat Wajib Apotek No.3 :
 Ranitidin
 Asam fusidat
 Alupurinol, dll,

jadi,, DOEN obat terpilih yang diupayakan ada di setiap unit pelayanan kalau DOWA obat keras yang diberikan kepada APA .

_pharmacy air force ^^

Selasa, 14 Juni 2011

Jahe (Zingiber officinale)


Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari bahasa Sansekerta, singaberi.

Sejarah

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bsia dilakukan di daerah katulistiwa seperi Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia.
[sunting] Ciri morfologis
Tanaman Jahe

Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.

Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.
[sunting] Pengolahan dan pemasaran

Rimpang jahe, terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Untuk itu diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap layak dikonsumsi.

Terdapat beberapa hasil pengolahan jahe yang terdapat di pasaran, yaitu:

* Jahe segar
* Jahe kering
* Awetan jahe
* Jahe bubuk
* Minyak jahe
* Oleoresin jahe

[sunting] Jahe kering

Merupakan potongan jahe yang kemudian dikeringkan. Jenis ini sangat populer di pasar tradisional.
[sunting] Awetan jahe

Merupakan hasil pengolahan tradisional dari jahe segar, terutama jahe muda. Yang paling sering ditemui di pasaran adalah acar, asinan, sirup, dan kristal jahe. Jenis ini disukai konsumen dari daerah Asia dan Australia.
[sunting] Bubuk jahe

Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe menggunakan teknologi industri. Bubuk jahe diperlukan untuk keperluan farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan baku jahe kering.
[sunting] Oleoresin jahe

Adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tepung jahe. Bentuknya berupa cairan cokelat dengan kandungan minyak asiri 15 hingga 35%.
[sunting] Habitat

Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter.

Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembab dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.
[sunting] Varietas

Terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:
[sunting] Jahe gajah/jahe badak

Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.
[sunting] Jahe kuning

Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.
[sunting] Jahe merah

Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak asiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan warna merah. Dengan serat lebih besar dibanding jahe biasa.
[sunting] Produk jahe

Di masyarakat barat, ginger ale merupakan produk yang digemari. Sementara Jepang dan Tiongkok sangat menyukai asinan jahe. Sirup jahe disenangi masyarakat Tiongkok, Eropa dan Jepang.

Di Indonesia, sekoteng, bandrek, dan wedang jahe merupakan minuman yang digemari karena mampu memberikan rasa hangat di malam hari, terutama di daerah pegunungan.

Jumat, 10 Juni 2011

bener lupa,,

lupa lagy gnti template,,add feeds :'(
klamaan gk ngurus blog nich ,,,

hahaha,,br ingeth..

sekian lama tak buka blog baru nyadar punya 2 blog dengan email yang sama ,,
haduuh,,kemana ajj ni saia ..hahaha.
kangen juga ma ni blog,,kenangan jaman2 sma..

Links

Designed by Animart Powered by Blogger